Cakrawalanews.info-Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya sistem pemetaan talenta seni yang terukur dan objektif sebagai landasan utama kebijakan pengembangan budaya nasional.
Dalam rapat pembahasan manajemen talenta di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, ia menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kebudayaan harus dilakukan secara sistematis dan berbasis data agar kebijakan yang diambil tidak lagi sekadar berdasarkan asumsi.
Sponsor
Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah integrasi seni ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Fadli Zon berencana mengubah pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi STEAM dengan memasukkan unsur Arts atau seni di dalamnya.
Menurutnya, pemetaan talenta berbasis Talent DNA berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi program nasional guna menemukan bakat-bakat seni terpendam pada siswa di seluruh pelosok Indonesia.
Founder ESQ Group, Ary Ginanjar, memaparkan bahwa pihaknya telah mulai melakukan uji coba pemetaan ini kepada ratusan siswa di beberapa sekolah menengah
Melalui metode Talent DNA yang menganalisis Drive Network Action setiap individu, potensi seni siswa diidentifikasi ke dalam enam bidang, meliputi seni pertunjukan, seni rupa, desain, kriya, sastra, hingga seni media dan film.
Hasil riset menunjukkan bahwa potensi seni tersebar merata namun memiliki pola keunggulan yang berbeda di setiap sekolah, sehingga pola pembinaan tidak boleh diseragamkan.
Selain fokus pada bakat siswa, Menteri Kebudayaan juga menyoroti pentingnya pengakuan terhadap kompetensi non-akademik. Beliau mengingatkan bahwa banyak maestro kebudayaan yang memiliki keahlian luar biasa melalui pengalaman panjang meski tanpa latar belakang pendidikan formal. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan berkomitmen membangun manajemen talenta yang inklusif, menghargai keahlian praktik, dan relevan dengan perkembangan zaman demi keberlanjutan ekosistem budaya Indonesia.
