Cakrawalanews.info-Pemerintah Kota Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Kerja sama ini difokuskan pada sinkronisasi data mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 guna memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sangat vital dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan kota. Melalui sinergi ini, Pemkot Surabaya berkomitmen memberikan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial, baik bagi mahasiswa baru maupun mereka yang tengah menempuh studi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan target satu sarjana dalam satu keluarga miskin.
Sponsor
Cak Eri menambahkan bahwa kemajuan Surabaya, termasuk keberhasilan penurunan angka stunting dan rasio gini, bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan. Selain bantuan biaya kuliah, kolaborasi ini juga mencakup program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang menyasar tingkat RW agar kehadiran akademisi dapat langsung dirasakan manfaatnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Budi Endarto, menyambut positif langkah revolusioner ini. Menurutnya, pemetaan data yang akurat akan sangat membantu mahasiswa di PTS yang selama ini banyak berasal dari keluarga ekonomi lemah. Dengan dukungan regulasi dan anggaran dari pemerintah kota, pihak perguruan tinggi swasta berkomitmen untuk terus mengawal kualitas pendidikan agar para lulusannya mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di masa depan. (wa/an)
