Dukung Transformasi Surabaya Kota Dunia, DPRD Surabaya Dorong Inovasi Perawatan Gorong-gorong – cakrawalanews.co

CakrawalaNews.co – Upaya mendukung transformasi Surabaya sebagai kota dunia dan kota yang humanis, berbagai inovasi terus diperkuat dari berbagai sektor, termasuk dalam tata kelola infrastruktur dasar seperti drainase dan gorong-gorong.

Achmad Nurdjayanto, Wakil ketua Pansus Raperda Penanggulangan Banjir DPRD Surabaya, menegaskan bahwa transformasi menuju kota dunia tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus ditunjang oleh inovasi pelayanan publik dan sistem kerja yang aman serta efisien.

Advertising

Example 300x600

Advertising

“Surabaya harus memiliki alat kebersihan dan penyedot lumpur yang modern. Ini sejalan dengan visi Wali Kota dan semangat RPJMD yang menempatkan Surabaya sebagai kota maju, humanis, dan berkelanjutan,” ujar Achmad, Minggu (20/07/2025).

Menurut Achmad, kondisi di lapangan masih menunjukkan bahwa penanganan kebersihan saluran air, termasuk gorong-gorong, dilakukan secara manual.

Petugas kebersihan masih harus masuk langsung ke dalam saluran yang sempit dan berlumpur, yang dinilai membahayakan keselamatan kerja serta tidak sesuai dengan semangat modernisasi pelayanan publik.

Achmad Nurdjayanto Anggota Komisi C
Achmad Nurdjayanto Anggota Komisi C

Ia pun mencontohkan cara pembersihan sedimen dinegara-negara maju yang menggunakan alat moderen. Hal tersebut tiidak banyak memakan waktu, dan tidak bikin macet.

“Hari ini kecepatan dan ketepatan serta efisensi menjadi hal wajib, dilapangan pola penanganan gorong-gorong masih manual dan belum mencerminkan kota maju dan humanis. Ini sangat berisiko bagi keselamatan tenaga kebersihan, mereka semua ini warga surabaya ya harus kita mulyakan lah. Karena itu, kami dorong agar dalam perda ini ditegaskan perlunya penggunaan alat modern,” tegasnya.

Achmad juga menyampaikan bahwa pola pembersihan rutin dan terus-menerus tanpa pendekatan sistematis justru menyerap anggaran daerah dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, maintenance yang cerdas dan berbasis inovasi perlu dikedepankan, jadi bukan sekadar pengerukan lumpur (sedimen) yang berulang saja.

“Pola pembersihan yang manual menghabiskan banyak anggaran. Maka, maintenance itu harus dirancang dengan pendekatan modern. Saluran harus kembali pada fungsi utamanya: menyalurkan air, bukan menjadi penampung lumpur,” tegas legislator dari Fraksi Golkar tersebut.

DPRD meyakini bahwa pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam tata kelola saluran air adalah bagian integral dari percepatan pelayanan publik.

Hal ini, kata Ahmad juga sejalan dengan semangat Pemkot Surabaya yang tengah mendorong efisiensi pelayanan melalui berbagai inovasi dengan terobosan digital dan alat berbasis teknologi.

“Salah satu langkah konkret kami akan perkuat dan membahas penguatan sistem penanganan dan perawatan saluran air melalui penggunaan alat-alat modern dalam Raperda Penanggulangan Banjir yang tengah kami bahas. Ini penting sebagai arah pemerintah kota dalam penanggulangan banjir melalui pembersihan, pemeliharaan, hingga pemantauan kondisi saluran dan gorong-gorong secara berkala” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *