Surabaya. Cakrawalanews.info– Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni mendukung pesan politik yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. Menurutnya, pidato AHY menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk semakin memperkuat kontribusi dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim asal Bojonegoro yang akrab disapa Yuni tersebut menilai pidato AHY dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (9/9), tidak sekadar berbicara mengenai kepentingan internal partai.
Menurut Yuni, AHY juga menegaskan posisi dan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung pembangunan nasional serta mengawal berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pidato Pak AHY menjadi motivasi bagi kami para kader Demokrat untuk terus bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Terlebih saat ini Partai Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Yuni, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, AHY memberikan penekanan bahwa dukungan terhadap pemerintah bukan berarti kader harus menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.
Sebaliknya, kader Demokrat yang berada di pemerintahan maupun di parlemen harus ikut memastikan program-program pemerintah berjalan tepat sasaran, memiliki tata kelola yang baik, serta benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Program pemerintah yang baik tentu harus kita dukung dan kawal. Kalau masih ada yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Yang paling penting kita tetap jujur melihat kenyataan yang dirasakan rakyat,” ujarnya.
Yuni menyebut ada tiga agenda besar yang ditegaskan AHY dalam pidatonya, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Pada sektor ekonomi, AHY meminta seluruh kader Demokrat lebih banyak mendengarkan persoalan masyarakat di lapangan. Menurut Yuni, pesan tersebut sangat relevan karena kondisi ekonomi masyarakat tidak cukup dilihat hanya dari angka pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun indikator makro lainnya.
Masih banyak masyarakat yang menghadapi tekanan akibat harga kebutuhan sehari-hari, sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatnya biaya hidup, hingga tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.
