Seragam Sekolah Jadi Beban Wali Murid, DPRD Surabaya Minta Disdik Audit Harga

Surabaya, CakrawalaNews.co – Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang melarang sekolah SD dan SMP negeri menjual seragam kepada siswa mendapat dukungan dari DPRD Surabaya.

Dewan menilai kebijakan tersebut perlu diperkuat dengan penyediaan seragam batik secara terpusat agar tidak lagi terjadi perbedaan harga antar sekolah.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus Anggota Komisi D, Ajeng Wira Wati, mengatakan persoalan seragam batik dan olahraga selama ini menjadi salah satu beban yang dirasakan sebagian wali murid.

Menurutnya, Pemkot Surabaya dapat mengambil alih penyediaan seragam tertentu sehingga pengadaan tidak dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Memfasilitasi batik untuk se-SMP dan se-SD adalah solusi terbaik. Karena untuk seragam SD dan SMP selain batik dan olahraga, bisa membeli diluar. Banyak wali murid yang terkendala seragam batik dan olahraga,” kata Ajeng pada Cakrawala Jumat, 25 September 2026.

Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan konsep pendidikan gratis yang diterapkan di sekolah negeri.

Ajeng menyebut sejumlah kebutuhan pendidikan bagi siswa dari keluarga tertentu juga telah mendapatkan dukungan melalui APBD Kota Surabaya.

“Untuk Gamis dan Pramis serta Desil rendah, sudah disediakan oleh APBD Kota Surabaya. Serta buku sekolah di SDN dan SMPN,” ujarnya.

Namun, apabila seragam masih dianggap membebani wali murid, Ajeng menilai pengadaannya dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan Surabaya, bukan lagi melalui masing-masing sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *