Canggih! AI Kini Bisa Mengenang Orang yang Telah Meninggal Lewat Rekaman Suara

cakrawalanews.info – Kehilangan orang tercinta memang selalu menyimpan duka terdalam. Tetapi, apa jadinya jika kita dapat kembali mendengar suara dan sosok orang yang sudah meninggal?

Berkat kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI, memungkinkan AI untuk menyimpan, membuat dan memutar kembali kenangan orang yang sudah meninggal. Hal ini sudah dialami oleh beberapa orang. Mereka dapat berinteraksi dan mendengar suara melalui AI.

Namun di balik kenangan yang mengharukan, menyimpan tantangan bagi masa depan AI, mulai dampak psikologis hingga etika dan privasi yang harus dijaga.

Baca Juga: Cara Buat Foto Polaroid Gemini AI Bareng Orang Tua yang Sudah Tiada, Lengkap Prompt

Kisah Diego Dos Santos yang Mendengar Suara Mendiang Ayah
Melalui AI

Dikutip melalui reuters, seorang pria 39 tahun asal Brazil Diego Dos
Santos, berhasil mendengarkan suara mendiang ayahnya yang telah meninggal
melalui AI. “Nada suaranya cukup sempurna, rasanya seperti, hampir dia ada disini”
ujar Dos Santos.

Awalnya, ia tidak pernah menyangka akan mendengar suara ayahnya lagi
dan tidak terpikirkan untuk menggunakan AI. Tetapi, setelah ia berkumpul dengan
keluarga dan kembali ke rumahnya di Edinburg, Skotlandia, Dos Santos menyadari
bahwa dirinya tidak memiliki kenangan apapun untuk mengingat sang ayah kecuali
pesan suara yang dikirimkan ayahnya saat berada di rumah sakit.

Melalui pesan suara tersebut, Dos Santos akhirnya menggunaan platform
generator suara bertenaga kecerdasan buatan – Eleven Labs untuk menggunggah
pesan suara dan membuat pesan baru dalam suara ayahnya.

“Hai Nak, apa kabar? Aku sayang kamu, bossy” suara sang ayah
terdengar dari aplikasi Eleven Labs seperti saat mereka menelepon setiap
minggu. Dos Santos merogoh kocek sebesar $22 setiap bulannya untuk menggunakan
aplikasi Eleven Labs demi mendengarkan suara mendiang ayahnya.

Meskipun sempat ragu menggunakan AI, tetapi Dos Santos dan istrinya sedang
mempertimbangkan untuk membuat klon suara AI dari mereka sendiri, sebab sejak
tahun 2013 mereka didiagnosis kanker.

 

Dari pengalaman Dos Santos, dapat terlihat bahwa AI semakin canggih
dan berkembang untuk menciptakan kemiripan digital dan mensimulasikan orang
yang sudha meninggal. Meskipun dapat membantu keluarga yang ditinggalkan,
tetapi para ahli tetap memperingati untuk bijak menggunakan AI.

Baca Juga: Implan Otak Neuralink Elon Musk Dipakai 12 Pasien, Bikin Lumpuh Bisa Gerak Lagi

Peran AI dalam Mengenang Orang yang Telah Tiada

Perkembangan AI dari tahun ke tahun semakin canggih. Para perusahaan
AI di berbagai belahan dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi
berbasis AI. Mereka dapat menciptakan sesuatu yang anggap mustahil. Salah satunya
adalah mengenang orang yang sudah meninggal atau yang dikenal dengan “grief
tech” (teknologi berduka).

Bukan lagi mengenang pada benda fisik, tetapi menggunakan teknologi
digital seperti perekam suara, video hingga hingga menciptakan “kembaran” orang
yang sudah meninggal.

Seperti platform berbasis AI “Eternos”
yang didirikan tahun 2024 oleh Robert LoCascio. Platform Eternos dapat
menciptakan “kembaran digital AI” dan
sudah digunakan lebih dari 400 orang. Michel Bommer, seorang insinyur dan mantan
kolega LoCasio menjadi yang pertama menggunakan Eternos untuk membuat replika
digital dirinya sendiri.

Terdapat layanan Re;memory dari
Deep Brain AI
milik perusahaan Korea Selatan dengan menggunakan teknologi
AI-based image synthesis. Re;memory sendiri memberikan layanan bagi keluarga yang
masih hidup untuk berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal selama 30
menit.

Menariknya lagi, inovasi AI dalam mengenang orang yang sudah meninggal
ini, sempat digunakan oleh Stacey Wales untuk menghadirkan sang kakak Christopher
Pelkey menjadi saksi pengadilan melalui video
virtual AI
. Diketahui Christoper Pelkey meninggal dunia pada tahun 2021
setelah Gabriel Paul Horcasitas menembak mati Pelkey di lampu merah Chandler,
Ariz.

Tujuan Wales menghadirkan sang kakak, untuk memberikan kesaksian dipersidangan.
Wales mengungkapkan jika dirinya mendengar suara Pelkey di kepalanya. Berkat bantuan
dari 48 orang yang dikumpulan Wales, beberapa perangkat AI dan Scott Yentzer
(pembuat video), mereka berhasil membuat video Pelkey berdurasi sekitar 4,5
menit, yang kemudian ditayangkan saat persidangan berlangsung.

Baca Juga: Deep Brain AI Luncurkan Layanan untuk Bertemu Orang yang Sudah Meninggal

Masa Depan AI untuk Kenangan Digital

Mengenang orang yang sudah meninggal mengunakan AI memiliki dampak
positif dan dampak negatif.  Menurut beberapa
ahli, penggunaan AI dapat menyebabkan bahaya psikologi dan memberikan
ketergantungan emosional pada teknologi yang mewakili seseorang yang sudah
tiada. Mereka juga berpendapat bahwa dengan adanya campur tangan komerisal pada
masa berduka dianggap sebagai exploitasi emosional.

Disisi lain, untuk menanggapi perkembangan AI, pemerintah Amerika Serikat
mengesahkan undang-undang yang mengizinkan orang untuk membuat kenangan digital
dengan menyertakan akun digital dalam surat wasiat.

Begitu juga pada pengadilan
Jerman yang memutuskan akun digital termasuk properti warisan layaknya rekening
bank, dengan demikian Facebook harus memberikan akses sosial media kepada
keluarga yang ditinggakan.  

Baca artikel dan berita lainnya di Google News

(SS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *