cakrawalanews.info – Gubernur California, Gavin Newsom meresmikan Undang-undang
yang mengatur chatbot AI dan menjadikan California sebagai pelopor di negara
bagian Amerika Serikat. Undang-undang AI ini dikenal dengan Senate Bill 243
atau SB 243.
Tujuan dari undang-undang ini untuk memberikan perlindungan bagi
pengguna AI di bawah umur. Tidak dapat dipungkir, penggunaan artificial
inteligence khususnya Chatbot masa kini sudah menjadi bagian dan tidak dapat
dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.
Jika chatbot AI tidak dibatasi dan diawasi dengan tegas, maka akan
memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Padahal chatbot AI di ciptakan
untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah dan efektif.
Mengenal Senate Bill 243, Undang-Undang AI di California
Senin, 13 Oktober 2025 menjadi tonggak baru dalam perjalanan regulasi
AI di Amerika Serikat. Dimana Gubernur California, Gavin Newson menandatangai
undang-undang senat 243. Penandatangan ini sebagai bukti diresmikan dan berlaku
nya undang-undang perlindungan chatbot AI kepada pengguna khususnya bagi
anak-anak dibawah umur.
Undang-undang ini ditujukan kepada perusahaan besar dan perusahaan
rintisan AI untuk bertanggung jawab jika chatbot mereka gagal memenuhi standar
hukum yang sudah ditetapkan. Pemerintah California berharap dengan adanya
undang-undang senat 243 dapat melindungi anak-anak dan pengguna rentan dari bahaya
penggunaan chatbot AI.
“Teknologi baru chatbot dan media sosial dapat menginspirasi, mendidik
dan menghubungkan – tetapi tidak ada batasan nyata, sehingga dapat mengeksploitasi,
menyesatkan dan membahayakan anak-anak kita” ungkap Gavin Newson,
Gubernur California.
Peresmian senate 243, disebabkan karena sudah banyak terjadi kasus bunuh
diri pada anak dibawah umur. Menghimpun dari techcrunch, setidaknya ada 4 kasus
bunuh diri yang disebabkan oleh chatbot AI, dan tidak dapat dipastikan berapa
kasus bunuh diri yang sudah terjadi akibat AI.
- Adam
Raine 16 tahun bunuh diri, setelah ia menggunakan ChatGPT-4o versi berbayar
untuk berkonsultasi mengenai metode bunuh diri. - Juliana
Peralta 13 tahun bunuh diri, Diduga Juliana meninggal setelah berinteraksi
dengan salah satu Character.AI, Hero setiap hari. - Setzer 14
tahun bunuh diri, setelah berinteraksi dan terikat emosional dengan Dany Character.AI. - Sewel 14
tahun bunuh diri menggunakan pistol sang ayah. Sewel jatuh cinta dengan
Character.AI yang terinspirasi dari karakter serial “Game of Thrones” dan mengungapkan
pikirannya untuk bunuh diri yang kemudian ditanggapi dengan kalimat “pulanglah
ke rumah” oleh chatbot tersebut.
Selain kasus bunuh diri, penggunaan chatbot AI juga sangat berbahaya
karena dapat memicu terjadinya percakapan seksual dengan anak-anak dan
pembuatan konten eksplisit lainnya.
“Sangat mengerikan dan sama sekali tidak dapat diterima bahwa pedoman
Meta mengizinkan chatbot AI untuk terlibat dalam percakapan “romantis atau
seksual” dengan anak-anak” kata Sarah Gardner, CEO Lembaga advokasi
keselamatan anak Heat Initiative.
Oleh sebab itu, untuk menyelamatkan anak-anak dari kejahatan digital,
California meresmikan undang-undang senat 243 sebagai bentuk nyata perlindungan
AI.
“kita dapat terus memimpin AI dan teknologi, tetapi kita harus
melakukannya dengan tanggung jawab – melindungi anak-anak kita di setiap
langkahnya” kata Newsom.
Baca juga: Viral! Curhat ke ChatGPT Bikin Gangguan Mental Psikosis
Apa Saja yang Diatur dalam Undang-Undang Senat 243?
Meskipun undang-undang ini sudah di tandatangani dan diresmikan, tetapi
dalam pengaplikasian secara nyata akan benar-benar efektif pada bulan Januari
2026 mendatang.
Berdasarkan pada informasi legislatif California,undang-undang senat
243 mengatur:
- Kewajiban bagi seluruh platform media sosial dan
perusahaan berbasis AI untuk mengambil langkah dalam kebijakan untuk mencegah
perundungan siber terhadap anak di bawah umur - Menyediakan layanan untuk laporkan jika terjadi
perundungan atau terdapat konten yang melanggar ketentuan hukum - Wewenang Departemen Kesehatan Masyarakat Negara
Bagian membentuk divisi bunuh diri - Adanya pendampingan untuk chatbot agar tidak
membuat konten melukai diri - Kewajiban pada perusahaan chatbot AI untuk
melapor setiap tahunnya, berlaku mulai 1 Juli 2027
Tidak hanya itu, senat 243 juga memberikan hukuman denda sebesar
$250.000 US dollar atau sekitar Rp.4,1 miliar rupiah kepada pihak yang
mendapatkan keuntukan dari pembuatan atau penyebaran deepfake secara ilegal.
Dengan disahkannya undang-undang AI ini, menjadi
pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk
melindungi penggunanya agar tetap aman ketika menggunakan teknologi.
Bagaimana menurut teman-teman? Apakah lambat laun Indonesia
juga akan menerapkan dan membuat regulasi kebijakan khusus untuk undang-undang
AI?
Baca artikel dan berita lainnya di Google News

