Cakrawalanews.info- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa surat permintaan bantuan dari Pemerintah Provinsi Aceh kepada lembaga PBB, yakni UNDP dan UNICEF, dikirim tanpa sepengetahuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat, Tito menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan pihaknya, surat tersebut dikirim oleh Sekretaris Daerah (Sekda) karena adanya tawaran bantuan, serta hanya menggunakan tanda tangan elektronik tanpa ditandatangani langsung oleh gubernur.
Sponsor
Tito menambahkan bahwa Kemendagri telah berkoordinasi dengan pihak UNDP dan UNICEF mengenai bentuk bantuan yang memungkinkan, yang sejauh ini mengarah pada program konseling bagi korban bencana, khususnya perempuan dan anak-anak. Pemerintah pusat kini tengah mempertimbangkan detail teknis terkait besaran dan bentuk konseling yang akan diberikan oleh lembaga internasional tersebut agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, Gubernur Muzakir Manaf sebelumnya secara tegas menyatakan ketidaktahuannya mengenai surat tersebut saat ditemui di Banda Aceh. Ia mengklarifikasi bahwa koordinasi yang ia pahami seharusnya ditujukan kepada LSM yang berada di Aceh, bukan langsung kepada PBB.
Pernyataan ini muncul setelah ia menerima bantuan kemanusiaan secara simbolis dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf di kantor Gubernur Aceh.
Menanggapi perbedaan informasi ini, Juru Bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA menjelaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman komunikasi. Ia menekankan bahwa surat tersebut ditujukan kepada perwakilan UNDP dan UNICEF yang berkedudukan di Indonesia, bukan kepada markas besar PBB secara langsung.
Menurutnya, langkah ini diambil karena lembaga-lembaga tersebut merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki program pemulihan pasca-bencana di Aceh sejak tragedi tsunami silam. Meskipun status bencana saat ini masih berada di tingkat provinsi, pemerintah daerah merasa perlu melibatkan mitra internasional di bawah supervisi pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan.( wa/ar)
