DPRD Surabaya Usulkan Waduk Unesa jadi Sentra Wisata dan UMKM, Potensi PAD sekaligus Berdayakan PKL

Surabaya, CakrawalaNews.co – Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Waduk Unesa, Surabaya, tak hanya soal memindahkan pedagang dari satu titik ke titik lainnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, justru menawarkan konsep lebih besar: menjadikan kawasan waduk sebagai destinasi wisata air sekaligus ruang usaha bagi PKL.

Gagasan tersebut disampaikan Yuga seusai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) terkait pengaduan PKL Waduk Unesa bersama Satpol PP, Camat Wiyung, Lurah Babatan, dan Ketua PKL Waduk Unesa, Sifu Henky, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut Yuga, penataan PKL tidak boleh berhenti pada aspek penertiban.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap harus menegakkan Peraturan Daerah (Perda), tetapi di saat bersamaan memastikan pedagang yang terdampak tidak kehilangan sumber penghasilan.

“Konsepnya ini sebetulnya penataan, bukan pembersihan PKL. Di satu sisi kita menegakkan Perda, tetapi di sisi lain kita juga harus memperhatikan PKL dan memberikan solusi,” kata Yuga pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Sejumlah alternatif penanganan sempat dibahas, termasuk memindahkan pedagang ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) atau lokasi lain yang disiapkan Pemkot Surabaya.

Namun, Yuga melihat kawasan Waduk Unesa memiliki peluang lebih besar.

Alih-alih sekadar menjadi lokasi penampungan air, waduk tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata air yang tetap memberikan ruang bagi pedagang dan pelaku UMKM.

Apalagi, menurut Yuga, Waduk Unesa disebut telah menjadi aset Pemkot Surabaya setelah penyerahan dari Kejaksaan Tinggi.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi pemerintah untuk melakukan penataan kawasan secara lebih terintegrasi.

“Waduk Unesa ini mempunyai potensi lain, yaitu wisata air. Bagaimana caranya mewadahi teman-teman PKL agar mereka tetap bisa berusaha dan lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berjualan sekarang,” ujarnya.

Yuga bahkan menawarkan konsep wisata kuliner apung sebagai salah satu gambaran pengembangan Waduk Unesa.

Ia menyebut konsep serupa dapat ditemukan di sejumlah kawasan, termasuk Food Junction di kawasan perumahan Pakuwon dan Citraland.

Dalam konsep tersebut, aktivitas kuliner tidak hanya menjadi kegiatan jual beli, tetapi dipadukan dengan pengalaman menikmati kawasan perairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *