Saat Asap Karhutla Menyeberang Negara, Dosen Unair Bicara Solusi Permanen

Surabaya, CakrawalaNews.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak mengenal batas wilayah.

Asap yang bermula dari kebakaran di satu daerah dapat bergerak ratusan hingga ribuan kilometer, bahkan menyeberangi negara dan mengganggu kualitas udara di wilayah lain.

Dosen Teknik Lingkungan Universitas Airlangga (Unair), Danar Arifka Rahman ST MT, menjelaskan fenomena tersebut dipengaruhi kombinasi kondisi atmosfer, pola angin, hingga karakteristik lahan yang terbakar, khususnya gambut.

Menurut Danar, pola angin pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ke mana asap bergerak.

Kondisi atmosfer yang stabil ditambah minimnya curah hujan membuat partikel asap lebih sulit terurai dan bertahan lebih lama di udara.

“Pada musim kemarau, angin monsun tenggara membawa asap dari Sumatra dan Kalimantan ke arah barat laut, menuju Semenanjung Malaysia, Singapura, atau sebagian Jawa,” paparnya.

Persoalan karhutla gambut menjadi lebih kompleks karena api tidak selalu berhenti ketika bagian permukaan terlihat padam.

Pembakaran pada lahan gambut dapat berlangsung perlahan di bawah permukaan dan terus menghasilkan asap dalam waktu panjang.

Danar menjelaskan, pembakaran dengan suhu relatif rendah menghasilkan partikel sangat kecil seperti particulate matter 2.5 (PM2.5).

Ukurannya yang amat kecil membuat partikel tersebut sulit mengendap dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *