Surabaya, CakrawalaNews.co – Upaya Surabaya menekan ancaman banjir tak hanya bergantung pada proyek saluran besar.
Pada 2027, sebagian penanganan saluran lingkungan justru akan digeser ke tingkat kelurahan dan melibatkan warga secara langsung.
Skema ini berjalan seiring dengan turunnya anggaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dari sekitar Rp2,3 triliun pada 2026 menjadi Rp2,1 triliun pada 2027.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengatakan, penurunan anggaran tersebut bukan berarti pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan banjir dan pembangunan jalan, ikut dikurangi.
Menurutnya, salah satu penyebab anggaran DSDABM menurun karena sejumlah proyek besar, terutama pembangunan saluran perkotaan, telah dituntaskan pada tahun ini.
“Untuk penanganan banjir itu, infrastruktur secara umum ya, sama pembangunan jalan itu. Anggaran di DSDABM itu tahun depan Rp2,1 triliun. Nah turun dari anggaran 2026 Rp2,3 triliun,” ujar Eri pada Selasa, 27 Oktober 2026
Ia menjelaskan, pekerjaan saluran lingkungan juga mulai dialihkan melalui skema dana kelurahan.
Dengan demikian, sebagian pekerjaan yang sebelumnya berada di bawah DSDABM nantinya dapat dikerjakan langsung oleh masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kenapa ini turun? Karena sebagian proyek yang besar saluran perkotaan itu sudah tuntas pada tahun ini. Kemudian sebagian besar saluran lingkungan itu dialihkan melalui dana kelurahan. Nah sehingga anggaran di dinas nya turun,” jelasnya.
