Cakrawalanews.info – Aktivitas kegempaan Gunung Semeru di Jawa Timur masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, pada periode pengamatan Senin pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api setinggi 3.676 mdpl tersebut mencatatkan 32 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 23 mm dan durasi 66 sampai 163 detik.
Sponsor
Selain letusan, terekam pula dua kali gempa guguran, satu kali gempa hembusan, serta dua kali gempa tektonik jauh.
Lonjakan aktivitas ini sejalan dengan data pengamatan selama 24 jam penuh pada hari Minggu (4/1), di mana tercatat terjadi 151 kali gempa letusan..
Secara visual, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terkadang tertutup kabut, namun asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu terpantau membumbung setinggi 200 hingga 300 meter dari puncak. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di dalam kawah masih sangat dinamis.
Saat ini, Gunung Semeru tetap berada pada status Level III atau Siaga. Atas kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginstruksikan masyarakat untuk mengosongkan sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, aktivitas dilarang dilakukan dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.
Pihak berwenang juga menegaskan larangan total aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas dan guguran lava di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, terutama saat terjadi curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir lahar dingin.( wa/ar)
