Cakrawalanews.info – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa sosok ibu memegang peranan vital dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis serta membentuk karakter anak.
Dalam pembukaan kegiatan Edukasi Pengasuhan Balita di Gedung Pemkab Bojonegoro, beliau menyampaikan bahwa meskipun ayah mampu membangun fisik rumah, hanya ibulah yang mampu memberikan jiwa dan rasa nyaman di dalamnya. Bupati juga menyoroti tantangan besar di era digital, di mana ia mengingatkan para orang tua agar tidak menggunakan gawai sebagai solusi instan untuk menenangkan anak. Menurutnya, literasi digital bagi orang tua sangat krusial agar pola asuh positif tetap terjaga sehingga anak dapat tumbuh percaya diri tanpa ketergantungan teknologi yang berlebihan.
Sponsor
Senada dengan hal tersebut, Bunda Generasi Berencana (GenRe) Bojonegoro, Cantika Wahono, mengungkapkan bahwa tantangan pengasuhan saat ini semakin kompleks karena orang tua harus bersaing dengan pengaruh media sosial. Ia mencermati fenomena anak-anak yang kini lebih memilih bercerita di dunia maya ketimbang kepada orang tua sendiri. Oleh karena itu, ia mendorong para orang tua untuk terus belajar melalui wadah edukasi guna meningkatkan literasi digital dan membangun komunikasi yang sehat. Cantika juga mengajak kader PKK dan Bunda GenRe untuk menerapkan pola pengasuhan holistik integratif yang mencakup pemenuhan gizi melalui program satu hari satu telur, pemberian imunisasi lengkap, serta jaminan perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan.
Di sisi lain, Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro, Ahmad Hernowo Wahyutomo, menambahkan bahwa penguatan pengasuhan ini juga menjadi strategi penting untuk menekan angka pernikahan dini melalui program Bangga Kencana. Dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya perencanaan pernikahan yang matang kepada para ibu dan kader Bina Keluarga Balita (BKB),
Pemkab Bojonegoro menargetkan tercapainya Zero Pernikahan Dini. Upaya sinergis yang melibatkan berbagai organisasi wanita dan Ikatan Bidan Indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini demi menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui pondasi keluarga yang kuat. ( wa/ar)
