Malang, Cakrawalanews.info — Pemerintah Kota Malang menjadwalkan pelaksanaan program imunisasi kejar atau Catch Up Campaign (CUC) sebagai antisipasi penyebaran campak yang dilaksanakan pada awal April 2026 di 16 titik puskesmas di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Selasa, 31 Maret 2026, menyatakan bahwa pendataan terhadap calon penerima vaksin telah dilakukan secara menyeluruh.
“Kementerian Kesehatan sudah ada namanya Catch Up Campaign campak, kami sudah mulai pendataan, insya Allah mulai 1 April dan dilaksanakan di 16 puskesmas. Sasarannya sekitar 13 ribu jiwa,” kata Husnul.
Husnul menjelaskan bahwa 13 ribu calon penerima vaksin melalui program imunisasi kejar ini dipilah kembali guna memisahkan data anak yang sudah pernah divaksin dan mana yang belum menerima sama sekali.
Bagi anak yang tercatat sudah pernah menerima suntikan anti-campak, maka yang bersangkutan tidak akan kembali mendapatkan vaksinasi serupa.
“Istilahnya untuk menyulam bagi sasaran berusia 9 bulan sampai 13 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi campak. Kalau Outbreak Responses Immunization (ORI) semuanya tanpa memandang imunisasi,” ujar Husnul.
Program imunisasi kejar menjadi langkah pemerataan capaian vaksinasi campak untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity paling tidak di angka 95 persen, terlebih tingkat mobilitas masyarakat di Kota Malang tergolong tinggi.
Husnul menyatakan bahwa ketika kekebalan kelompok sudah terbentuk, potensi transmisi atau penularan virus bisa ditekan secara maksimal.
Meski demikian, Husnul mengingatkan kepada para orang tua agar tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan dari anak-anak mereka.
Apabila sudah merasa tidak enak badan, masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri melakukan kegiatan di luar rumah dan membatasi aktivitas yang mengundang banyak orang di ruang tertutup.
“Kalau ada keluhan batuk dan pilek segera periksa ke fasilitas kesehatan. Nanti dilihat riwayat imunisasinya,” tutur Husnul.
Dinkes Kota Malang juga meminta kepada setiap tenaga kesehatan untuk terus melakukan sosialisasi penanggulangan dan pengendalian campak, sekaligus menjaga kondisi kesehatan masing-masing petugas di lapangan.( wa/ar)
