Cakrawalanews.info-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos DP3APKB) Kota Malang menargetkan sebanyak 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menjalani graduasi mandiri pada tahun 2026.
Angka ini meningkat dibandingkan target tahun 2025 yang mencatatkan sebanyak 229 KPM berhasil lepas dari status penerima bantuan.
Sponsor
Kepala Dinsos DP3APKB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa graduasi mandiri merupakan kondisi di mana keluarga penerima bantuan secara sukarela menyatakan kondisi ekonomi dan sosialnya telah membaik.
Dengan demikian, mereka dianggap mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan sosial pemerintah.
Demi mencapai target tersebut, Donny tengah menyusun strategi penguatan data kemiskinan yang lebih mendalam. Akurasi data dinilai krusial agar pemerintah bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dapat mengidentifikasi keluarga yang sudah layak dinyatakan mandiri.
Selain itu, pemutakhiran data ini juga bertujuan agar warga miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan dapat masuk ke dalam sistem penerima manfaat.
Pemerintah juga memastikan bahwa keluarga yang telah lulus atau tergraduasi tidak akan dilepas begitu saja.
Melalui pendamping PKH dari Kementerian Sosial, mereka tetap mendapatkan pemantauan dan penguatan ekonomi, seperti pendampingan pengembangan usaha serta program pemberdayaan lainnya.
Meskipun terdapat risiko KPM yang sudah lulus kembali jatuh ke bawah garis kemiskinan, Donny menegaskan bahwa monitoring tetap dilakukan secara berkala.
Hal ini bertujuan agar stabilitas ekonomi keluarga yang telah mandiri tetap terjaga melalui modul-modul pembinaan yang dimiliki oleh para petugas lapangan.( wa/at)
