DPRD Surabaya Dukung Pelibatan Mahasiswa Kembangkan Sentra Wisata Kuliner – cakrawalanews.co

CakrawalaNews.co Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui pelibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapat dukungan penuh dari legislatif.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, menilai program KKN bisa menjadi terobosan dalam menghidupkan kembali Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang selama ini dinilai kurang berkembang.

Advertising

Advertising

“Kalau adik-adik mahasiswa ini diterjunkan KKN di Surabaya, ditempatkan di titik-titik SWK yang jumlahnya sekitar 52, itu sangat baik. Karena setahu saya SWK ini istilahnya hidup segan mati tak mau,” ujarnya kepada CakrawalaNews.co, Kamis (26/6).

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu bisa memberikan kontribusi nyata dalam pembenahan SWK.

“Seperti jurusan manajemen bisa mengatur bagaimana manajemen SWK yang baik. Kemudian yang teknik bagaimana mereka bisa memberikan atau merombak dengan menggambarkan layout-nya yang baik,” lanjutnya.

Namun demikian, Agoeng mengingatkan agar Pemkot Surabaya tidak hanya menjadikan program KKN sebagai kegiatan formalitas. Ia menekankan pentingnya implementasi dari hasil kerja mahasiswa di lapangan.

“Pemkot jangan selesai gitu aja. Hasil dari KKN ini harus diterapkan di kehidupan SWK itu. Jadi memang SWK ini kan butuh perhatian lebih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agoeng juga menyoroti lemahnya penegakan Peraturan Daerah terkait zona larangan usaha di sekitar SWK. Ia menilai masih banyak pelanggaran yang terjadi.

“Saya kasihan dengan pedagang yang betul-betul konsen di lokasi tersebut. Karena sesuai dengan peraturan daerah, sejauh 500 meter dari SWK itu tidak boleh ada usaha lain. Tapi ternyata ada usaha lain dan itu tidak boleh. Aturan perda ini harus ditegakkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar Pemkot mengalokasikan anggaran yang lebih memadai untuk pengelolaan SWK.

“Kasihan mereka yang jualan tersebut. Seperti saya bilang tadi, hidup segan mati tak mau. Nah, ini harus ada terobosan,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya bersama Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menginisiasi program KKN Tematik Bela Negara dan Sustainable Development Goals (SDGs) 2025. Sebanyak 4.226 mahasiswa akan diterjunkan ke 139 kelurahan di 28 kecamatan di Surabaya selama periode 1–31 Juli 2025.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam KKN ini diharapkan mampu memberikan inovasi dan analisis terhadap pengembangan SWK.

“SWK di Surabaya ada sekitar 52. Jika mahasiswa memiliki ide yang inovatif dan realistis, itu bisa dikembangkan menjadi prototype. Pendampingan di lapangan sangat penting, seperti melakukan analisis terhadap pedagang, ragam produk, serta kebutuhan pengembangan,” terang Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *