Hadirkan King Abdi, Golkar Surabaya Inisiasi Lahirnya Oleh-Oleh Khas Kota Pahlawan – cakrawalanews.co

Perkuat  UMKM Surabaya dan Identitas Kota

CakrawalaNews.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Surabaya membuat langkah inovatif dengan menggelar lomba cipta oleh-oleh khas Surabaya pada Sabtu (19/07/2025) di kantor DPD Golkar Surabaya jalan Adityawarman Surabaya.

Melalui lomba tersebut, Golkar Surabaya ingin membuktikan bahwa kontribusi nyata bisa dimulai dari ide sederhana mencintai kota sendiri lewat karya, dan mengangkatnya ke panggung yang lebih luas.

Advertising

Example 300x600

Advertising

Lomba yang terbagi dalam dua kategori, yakni makanan dan kerajinan tangan (handycraft) ini, bukan hanya menjadi ajang unjuk kreasi, tetapi juga menjadi medium strategis untuk membangkitkan peran UMKM lokal dan memperkuat identitas Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Surabaya, Akhmarawita Kadir, menegaskan bahwa Surabaya sebagai kota transit dan tujuan bisnis memiliki potensi besar dalam sektor industri oleh-oleh.

Menurutnya, selama ini banyak pelancong datang ke Surabaya baik untuk aktivitas usaha maupun sekadar transit dalam perjalanan antar daerah, sehingga oleh-oleh khas menjadi elemen penting yang tak boleh diabaikan.

Terlebih lanjut Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini, Pemerintah Kota Surabaya saat ini tengah gencar mendorong branding internasional melalui identitas baru “Surabaya Hero City”.

“Surabaya adalah kota jasa dan perdagangan. Banyak pelancong datang untuk urusan bisnis atau sekadar transit. Maka oleh-oleh khas adalah bagian penting dari citra kota. Lomba ini adalah upaya Golkar untuk membangun identitas baru sekaligus ekonomi baru untuk warga,” kata Akhmarawita.

Ia juga menambahkan, wacana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur pada 2028 mendatang, secara tidak langsung menempatkan Surabaya sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju IKN.

Oleh karena itu, daya tarik kota harus diperkuat melalui berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan produk khas yang bisa menjadi ikon baru kota.

Akhma Menegaskan bahwa, lomba ini dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di tingkat masyarakat.

“Dimana para pemenang, yang dipilih oleh dewan juri independen dan profesional, nantinya akan diarahkan untuk memberikan edukasi kepada warga tentang proses pembuatan produk,” sebutnya.

Diharapkan, produk-produk tersebut dapat direplikasi oleh kelompok masyarakat di berbagai wilayah, sehingga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Untuk pemenang beber Akhma, di kategori makanan, juara pertama diraih oleh Lilis Mudjiarti dengan inovasi Rawon Surabaya Pastry. Sementara itu, juara kedua diraih oleh Nurusaadah lewat Ketan Gulung Surabaya, dan juara ketiga oleh Dina Novita Andriana dengan kreasinya Pia Rawon Ndog Asin.

“Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta, Rp17,5 juta, dan Rp15 juta. Selain itu, seluruh finalis juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta,” beber akhma.

Sedangkan untuk kategori handycraft, juara pertama diraih oleh Dwilely Susiani dengan karya Boneka Adat Cak dan Ning. Juara kedua disabet oleh Bambang Sujana dengan produk Totebag Batik, dan juara ketiga diraih oleh Nadia Putri Nilam Sari yang mempersembahkan Boneka Rajut Suro dan Boyo.

“Masing-masing pemenang berhak atas hadiah sebesar Rp10 juta, Rp7,5 juta, dan Rp5 juta, serta uang pembinaan yang sama untuk seluruh finalis” pungkasnya.

Sementara itu, King Abdi chef nasional dan juga konten kreator yang dikenal luas di kalangan pecinta kuliner yang didapuk menjadi juri dalam lomba tersebut menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar Surabaya atas inisiatif lomba cipta oleh-oleh khas Surabaya ini.

“Lomba-lomba seperti ini sangat bagus. Ini membuktikan bahwa partai politik bisa berperan langsung dalam menghidupkan UMKM. Surabaya memiliki banyak kuliner khas, tapi belum semuanya dikemas secara modern untuk menjadi oleh-oleh,” kata King Abdi.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan Pemerintah Kota Surabaya dalam memfasilitasi para pemenang lomba.

Menurutnya, produk-produk terbaik ini layak untuk masuk ke toko oleh-oleh resmi, gerai bandara, hotel, maupun pusat wisata.

“Kalau difasilitasi dengan baik, Surabaya akan punya banyak varian oleh-oleh baru. Bukan hanya spikoe dan lapis legit, tapi juga rawon pastry, ketan gulung, hingga boneka suro-boyo. Ini potensi ekonomi dan identitas yang besar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *