Hari Anak Nasional 2026, DPRD Jatim : Momentum Evaluasi Efektivitas Sistem Perlindungan Anak

Surabaya. Cakrawalanews.info– Tingginya angka kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam perlindungan anak di Indonesia. Sepanjang 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat 35.025 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA).

 

Di Jawa Timur, persoalan serupa juga belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan laporan SIMFONI PPA 2025, Jatim mencatat kekerasan perempuan dan anak mencapai 2.758 kasus. Dari data itu khusus kekerasan kepada anak mencapai 750 kasus, tertinggi ke dua secara nasional setelah Jawa Barat. Kondisi tersebut menjadi sorotan pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”

 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menilai tingginya angka kekerasan tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Hari Anak Nasional semestinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum mengevaluasi efektivitas sistem perlindungan anak.

“Data itu menunjukkan bahwa perlindungan anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Negara harus hadir memastikan setiap anak memperoleh hak hidup, tumbuh, berkembang, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Renny, Kamis (23/07/2026).

 

Menurut perempuan yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, persoalan kekerasan terhadap anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat oleh sekolah, masyarakat, hingga pemerintah daerah melalui kebijakan yang berpihak kepada anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *