Cakrawalanews.info – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem logistik pedesaan melalui pengadaan armada khusus hasil bumi.
Proyek yang dinamakan Kereta Petani ini sedang dalam tahap perakitan intensif di Balai Yasa Gubeng dan diproyeksikan rampung pada Juni 2026. Kehadiran armada ini bertujuan memfasilitasi distribusi hasil pertanian dari wilayah pinggiran menuju pasar perkotaan dengan lebih efisien.
Sponsor
Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menjelaskan bahwa selain rute Merak-Rangkasbitung yang sudah menjadi prioritas, layanan serupa berpotensi dikembangkan untuk rute lain seperti Sukabumi dan Cianjur. Program ini merupakan bagian dari inovasi layanan KCI yang tidak hanya fokus pada mobilisasi penumpang, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang menyentuh sektor mikro.
Bagi para petani dan pedagang yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, manajemen memberlakukan tarif khusus yang sangat terjangkau, yakni Rp3.000 untuk sekali jalan. Syaratnya, pengguna wajib mendaftarkan identitas diri guna mendapatkan kartu akses khusus di stasiun. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sekitar 250 orang telah mengajukan kartu tersebut, sementara data harian menunjukkan sekitar 9.000 pedagang rutin menggunakan layanan Commuter Line untuk menyuplai komoditas ke Jakarta.
Bersamaan dengan pengembangan armada tersebut, KAI Commuter juga memperluas infrastruktur fisik dengan meresmikan dua stasiun baru.
Stasiun Jatake dijadwalkan mulai beroperasi pada Rabu, 28 Januari 2026, sedangkan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) ditargetkan menyusul pada Maret tahun depan. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung di lapangan demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Banten dan sekitarnya.( wa/ar)
