Kemdiktisaintek Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional Melalui Kolaborasi Strategis dengan China – cakrawalanews.co

Cakrawalanews.info-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi mendorong penguatan pendidikan vokasi di Indonesia melalui inisiasi kerja sama strategis antara Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dengan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE).

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang bertujuan untuk mencetak tenaga profesional tanah air agar memiliki daya saing kuat di pasar global.

Sponsor

​Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan peluang emas bagi pendidikan tinggi vokasi.

Beliau berharap kesepakatan ini segera diimplementasikan secara konkret agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional melalui lulusan yang kompeten dan percaya diri.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua FPTVI Muhammad Restu menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi politeknik di Indonesia untuk menjadi pemain utama di kancah internasional.

Melalui program magang dan pelatihan di Guangdong, mahasiswa Indonesia diharapkan mampu menapaki anak tangga menuju karier global yang lebih luas.

​Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penerapan skema program 1+10+100+1.000=10.000. Skema tersebut mencakup pembentukan satu pusat kerja sama, fokus pada sepuluh sektor industri utama, penyelenggaraan seratus kegiatan pertukaran, mobilisasi seribu mahasiswa antarnegara, hingga pelatihan bagi sepuluh ribu talenta lokal Indonesia.

Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic yang mengintegrasikan aspek industri, pendidikan, riset, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik.

​Keberhasilan awal proyek ini telah terlihat dari pameran pendidikan di Padang, Sumatera Barat, yang diikuti oleh belasan politeknik asal Guangdong dan rencananya akan dilanjutkan ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Selain pelatihan praktik, kerja sama ini juga mencakup sertifikasi dan pelatihan bahasa untuk memastikan lulusan vokasi Indonesia siap bersaing di pasar kerja dunia.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan terjadinya sirkulasi pengetahuan atau brain circulation, di mana pengalaman internasional yang didapat para mahasiswa dapat dibawa pulang untuk membangun Indonesia.( wa/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *