Berita Golf – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memberikan dampak signifikan terhadap peta kompetisi golf profesional dunia. Meski ajang PIF Saudi International resmi ditunda akibat kendala keamanan, DP World Tour menegaskan komitmennya untuk tetap menggelar turnamen penutup musim di Uni Emirat Arab (UEA) sesuai jadwal.
Ketegangan geopolitik yang bermula sejak awal tahun telah mengganggu stabilitas wilayah, termasuk pusat penerbangan dan ekonomi seperti Dubai dan Riyadh. Dampak teranyar dirasakan oleh Asian Tour yang terpaksa menunda gelaran PIF Saudi International yang semula dijadwalkan pada 18–21 November di Riyadh, usai serangan yang menargetkan bandara internasional setempat.
Di sisi lain, kekhawatiran sempat muncul terkait penyelenggaraan dua laga pemungkas DP World Tour di Abu Dhabi dan Dubai. Namun, CEO DP World Tour, Guy Kinnings, memastikan bahwa persiapan di Yas Links dan Jumeirah Golf Estates terus berjalan.
“Banyak pihak mempertanyakan hal ini, dan itu sangat wajar. Namun, niat dan rencana kami tetap sepenuhnya berjalan untuk menggelar laga playoff di Abu Dhabi dan Dubai,” tegas Kinnings saat diwawancarai Sky Sports.
Dampak konflik regional ini juga berbuntut panjang pada lanskap finansial olahraga golf. Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dilaporkan telah menghentikan pendanaan untuk LIV Golf, yang memicu proses kepailitan liganya.
Kondisi tersebut membuat bintang golf dunia seperti Jon Rahm berupaya lepas dari kontrak LIV Golf. Rahm dijadwalkan bakal melakoni penampilan perdananya pasca-era LIV Golf pada ajang DP World Tour di Abu Dhabi dalam beberapa pekan mendatang.
Artikel Tag: dubai, abu dhabi, riyadh, timur tengah, liv golf
Published by Cakrawalanews.info at https://cakrawalanews.info/golf/konflik-timur-tengah-bayangi-rangkaian-turnamen-dp-world-tour-di-uae
