Cakrawalanews.info- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah rumah yang terdampak banjir bandang. Hingga Minggu, total hunian warga yang terendam mencapai 7.435 unit, bertambah dari pendataan awal yang sebelumnya tercatat sebanyak 6.328 unit. Sebaran dampak bencana ini kini mencakup enam kecamatan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menjelaskan bahwa penambahan angka tersebut merupakan hasil asesmen berkelanjutan yang dilakukan oleh tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan. Sembari menangani dampak pascabanjir, petugas terus menyisir lokasi untuk memastikan seluruh kerugian warga terdata dengan akurat.
Sponsor
Kecamatan Besuki menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 5.414 rumah yang terendam, di mana Desa Pesisir dan Desa Besuki mencatatkan jumlah kerusakan tertinggi. Sementara itu, luapan Sungai Lubawang mengakibatkan 1.271 rumah di Kecamatan Banyuglugur mengalami kondisi serupa.
Selain dua wilayah tersebut, banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Rabu malam ini juga merendam 402 rumah di Kecamatan Mlandingan, 227 rumah di Kecamatan Kendit, 113 rumah di Kecamatan Bungatan, serta delapan rumah di Kecamatan Jatibanteng. BPBD berkomitmen untuk terus memperbarui data kerusakan, termasuk fasilitas umum, lahan pertanian, serta infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat terjangan air.( wa/al)
