Cakrawalanews.info- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan penegasan khusus mengenai pentingnya kesiapsiagaan seluruh wilayah di Indonesia dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah menjelang pergantian tahun.
Dalam Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana secara daring, beliau menyoroti tantangan berat yang dihadapi saat ini karena penanganan bencana masih berlangsung di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Selatan, sementara potensi cuaca ekstrem masih mengintai daerah lainnya.
Sponsor
Pratikno memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran di daerah, termasuk Kepala Daerah dan BPBD, yang tetap siaga bekerja tanpa mengenal waktu demi merespons tantangan alam ini. Beliau meminta adanya orkestrasi kesiapsiagaan yang solid antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam memonitor kondisi cuaca secara berkelanjutan serta memastikan infrastruktur dan personel selalu dalam posisi siap sedia untuk merespons keadaan darurat dengan cepat.
Selain kewaspadaan internal, Menko PMK menggarisbawahi pentingnya solidaritas antardaerah. Beliau berharap wilayah yang tidak terdampak bencana dapat memberikan dukungan nyata kepada daerah yang sedang mengalami musibah agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat
Saat ini, fokus pemulihan mencakup perbaikan infrastruktur, distribusi logistik, hingga normalisasi jaringan telekomunikasi dan layanan kesehatan. Pratikno secara khusus juga menyoroti percepatan pemulihan fasilitas pendidikan mengingat semester baru akan segera dimulai pada awal Januari 2026.
Sebagai penutup, Menko PMK mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB guna memperkuat kesiapsiagaan berbasis komunitas.
Mengingat situasi yang masih penuh keprihatinan di beberapa wilayah, beliau mengajak masyarakat luas untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang sederhana dan bermakna.
Langkah tersebut diharapkan dapat diisi dengan doa bersama serta aksi solidaritas nyata bagi para korban bencana yang saat ini tengah berjuang untuk bangkit kembali. ( wa/ar)
