Nasi dan Melati Terbit Kembali, Buka Jejak Sastra Rakyat yang Lama Terputus

Surabaya, CakrawalaNews.co – Sebuah buku sastra dari hampir tujuh dekade silam diterbitkan kembali untuk pembaca masa kini.

Bukan sekadar melalui penerbitan ulang, tetapi juga lewat pameran arsip dan rangkaian pembacaan karya.

Buku tersebut ialah Nasi dan Melati serta Merdeka dan Tanah, antologi yang disusun Lekra Surabaja dan terbit pada Agustus 1956.

Jejak sastra rakyat dari era 1950-an itu kini dihidupkan kembali melalui serangkaian agenda bertajuk “NASI DAN MELATI: Sastra Rakyat ’50, Mantra Urban, dan Pameran Arsip”.

Program tersebut digelar Omah Habitat Studies (OHS) bersama Penerbit Gangguan di Rumah Studi Gangguan, Jalan Barata Jaya III Nomor 50, Surabaya, pada 23-30 September 2026.

Antologi Nasi dan Melati serta Merdeka dan Tanah disusun dari dua antologi berbeda.

Salah satunya memuat karya sastra Lekra Surabaja, sementara bagian lainnya berisi kumpulan puisi dari Lekra Nasional.

Isinya memperlihatkan kehidupan masyarakat setelah Indonesia merdeka dari sudut yang tidak selalu muncul dalam pembacaan sastra arus utama.

Salah satunya Pakis karya Rumambi. Cerita tersebut menggambarkan warga yang mempertahankan lingkungan tempat tinggalnya.

Karya lain, Nji Marsih tulisan Klara Akustia, berkisah tentang seorang penari di Stasiun Pasar Senen. Kehidupannya berjalan tanpa banyak tersentuh euforia kemerdekaan.

Kedua karya itu memberi gambaran berbeda mengenai kesusastraan Indonesia pada dekade 1950-an. Narasi periode tersebut selama ini kerap lebih banyak dikaitkan dengan Angkatan ’45.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *