Cakrawalanews.info – Pemerintah Indonesia memperkuat kebijakan mengenai kelompok usia lanjut (lansia) sebagai respons atas data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa 21 provinsi di Indonesia kini tengah memasuki fenomena aging population atau penduduk usia menua.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa negara perlu hadir mengingat persentase aging population Indonesia telah mencapai angka yang signifikan.
Sponsor
“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN sudah ada program namanya Lansia Berdaya, bagian dari bagaimana negara dan pemerintah mesti hadir karena agak lumayan, 12 persen aging population kita. Dari 286 juta, 12 persen-nya lansia,” ujar Wihaji dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) di Jakarta, Senin.
Program Lansia Berdaya sebagai Strategi Kunci
Fenomena aging population ini menandai perubahan struktur demografi yang menuntut kebijakan terpadu, khususnya di sektor kesehatan dan pemberdayaan.
Program Lansia Berdaya dikembangkan sebagai strategi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuannya adalah mendorong para lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia. Implementasi program ini meliputi:
