Surabaya, Cakrawalanews.info — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, melakukan penyesuaian kegiatan menyusul adanya kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat pada Rabu, 1 April 2026, dengan melakukan berbagai penyesuaian kegiatan di lapangan.
“Kalau pemerintah pusat WFH-nya Jumat, ya kita akan ikut Jumat. Tapi Jumat tetap ada kerja bakti ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Setelah kerja bakti bisa pulang, tapi tetap kerja,” kata Eri Cahyadi.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa program kerja bakti ASRI memang rutin dilakukan dua kali dalam sepekan oleh seluruh jajaran Pemkot Surabaya.
“Karena ASRI, kerja bakti setiap seminggu dua kali kita. Yang hari Selasa itu di lingkungan kantor dan hari Jumat bersamaan,” katanya.
Khusus kegiatan pada hari Jumat, Eri Cahyadi menuturkan bahwa kerja bakti tersebut juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya.
“Nanti yang Jumat itu kita akan berbarengan dengan Forkopimda. Jadi ada kodim, ada kepolisian, kita sudah sepakat kemarin. Jadi kita akan bersih-bersih terus,” ujarnya.
Selain kebijakan WFH, Eri Cahyadi menyatakan Pemkot Surabaya juga akan menggeser jadwal program ASN menggunakan transportasi umum ke hari lain.
“Kalau WFH hari Jumat, kita pindahnya hari Rabu atau Kamis,” ujarnya.
Eri Cahyadi menegaskan pada hari yang ditentukan tersebut, ASN diwajibkan tidak menggunakan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar minyak.
“Jadi nanti hari Rabu atau Kamis tidak menggunakan kendaraan dinas, tidak menggunakan kendaraan pribadi, tapi menggunakan transportasi umum,” katanya.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi seluruh ASN tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berdomisili di luar wilayah Kota Surabaya.
“Nanti orang Sidoarjo bisa naik bus atau parkirnya di (Terminal) Joyoboyo, terus naik bus atau wira-wiri, atau naik (kereta) commuter turun di (Stasiun) Gubeng,” ujarnya.(wa/ar)
