Cakrawalanews.info-Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, mengambil langkah tegas terhadap para pelaku yang sengaja melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang merugikan masyarakat sekaligus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kepala Bagian Operasional Polres Jember, Kompol Istono, mengonfirmasi pada Sabtu bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang mengalami antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di 31 kecamatan. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, antrean panjang tercatat terjadi di 20 SPBU yang berada di sembilan kecamatan, dengan situasi paling parah ditemukan di kawasan kota seperti Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang sehingga personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
Kompol Istono menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar luas. “Antrean panjang tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar. Antrean yang paling ramai berada di SPBU Jalan Ahmad Yani, SPBU Jalan Gajahmada, SPBU Tegalbesar dan SPBU di kawasan Pasar Sabtuan,” tuturnya. Selain faktor kepanikan warga, petugas SPBU juga mensinyalir adanya pedagang eceran yang ikut mengantre menggunakan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak SPBU telah memberlakukan pembatasan pembelian bagi setiap kendaraan.
Konten Sponsor
Pihak kepolisian terus menjalin koordinasi erat dengan pengelola SPBU guna mencegah potensi penyalahgunaan serta menempatkan personel untuk pengawasan ketat dan pengaturan lalu lintas. “Kami berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan pembelian BBM. Polisi juga bersiaga di SPBU untuk melakukan pengawasan ketat terhadap warga yang membeli BBM dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” kata Istono. Ia menegaskan bahwa Polri tidak akan segan menindak pihak yang mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM di tengah situasi saat ini. Selain itu, patroli rutin terus dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa stok BBM di Jember sebenarnya dalam kondisi aman dan mencukupi.
Langkah tegas ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang menyatakan bahwa pemerintah daerah akan bersinergi dengan Polres Jember untuk menyisir para spekulan. “Pemerintah tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi melalui praktik penimbunan BBM yang merugikan orang banyak,” tegasnya. Bupati Fawait juga mengimbau kepada oknum yang berniat menimbun BBM agar segera mengurungkan niatnya, mengingat harga BBM dipastikan tidak mengalami kenaikan dan ketersediaan stok di wilayah Jember masih sangat melimpah.( at/an)
