Cakrawalanews.info-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia di Kabupaten Aceh Tamiang mulai mengaktifkan kembali unit perawatan intensif (ICU) untuk melayani masyarakat, terutama korban bencana banjir dan longsor.
Meski saat ini layanan tersebut masih beroperasi dalam skala terbatas sebagai ICU mini dengan ketersediaan dua ventilator dewasa, satu ventilator anak, dan alat bantu napas non-invasif (CPAP), pihak manajemen menargetkan pengoperasian ICU definitif secara penuh dalam waktu dekat.
Sponsor
Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, menjelaskan bahwa pengaktifan fasilitas utama tersebut sedang menunggu pemulihan jaringan oksigen serta pemasangan unit pendingin ruangan yang baru.
Selain ruang perawatan intensif, pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya ketersediaan unit pelayanan darah guna mendukung tindakan operasi besar.
Kendala lain yang saat ini mendesak untuk segera diatasi adalah keterbatasan armada ambulans. Saat ini, rumah sakit hanya memiliki dua unit ambulans yang beroperasi, sementara kebutuhan ideal untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat adalah minimal lima unit.
Layanan di RSUD Muda Sedia sempat mengalami kelumpuhan total setelah terjangan banjir besar pada akhir November 2025 yang memaksa evakuasi seluruh pasien ke lantai dua.
Proses pembersihan dan pemulihan telah dilakukan secara bertahap sejak awal Desember 2025.
Tantangan pemulihan semakin berat karena lebih dari 90 persen tenaga medis di rumah sakit tersebut juga menjadi korban terdampak bencana, sehingga Kementerian Kesehatan harus menerjunkan relawan untuk membantu penanganan pasien gawat darurat.
Menanggapi situasi ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan medis dan fasilitas di lapangan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh sarana pendukung kembali berfungsi normal sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.( wa/ar)
