Cakrawalanews.info-Kota Surabaya berhasil menutup tahun 2025 dengan capaian ekonomi yang gemilang di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi. Melalui transformasi ekonomi kerakyatan yang terintegrasi,
Kota Pahlawan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,76 persen, sebuah angka yang melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional. Keberhasilan ini merupakan buah dari perpaduan inovasi teknologi dan semangat gotong royong yang menjadi napas pembangunan di Surabaya.
Sponsor
Langkah strategis dimulai sejak penyelenggaraan Surabaya Great Expo (SGE) 2025 yang berhasil mengintegrasikan pameran produk lokal dengan berbagai layanan publik satu atap.
Dalam ajang tersebut, masyarakat tidak hanya berbelanja produk UMKM kreatif, tetapi juga dapat mengurus perizinan usaha dan konsultasi investasi secara langsung.
Inovasi ini terbukti efektif dengan raihan transaksi yang melampaui Rp6 miliar, sekaligus menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator yang memudahkan langkah para pelaku usaha.
Memasuki akhir tahun, Pemkot Surabaya melakukan lompatan besar dengan meluncurkan aplikasi Si-Boyo untuk mendigitalisasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Platform digital ini menciptakan ekosistem ekonomi tertutup di 153 kelurahan, di mana UMKM memiliki lapak daring dan warga setempat berperan sebagai kurir.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata penerapan Ekonomi Pancasila yang berkeadilan, di mana digitalisasi digunakan untuk memihak warga kecil, UMKM, dan ibu rumah tangga agar mandiri secara ekonomi.
Sektor pemberdayaan perempuan juga menjadi pilar penting dengan lahirnya lebih dari 10 ribu wirausahawan baru sepanjang tahun 2025 melalui program Gebyar Wirausaha Perempuan.
Selain itu, daya beli masyarakat terus dipacu melalui gelaran Surabaya Shopping Festival dan Surabaya Holiday Super Sale yang melibatkan ribuan tenant di berbagai pusat perbelanjaan. Di sisi lain, stabilitas harga tetap terjaga berkat koordinasi intensif Satgas Pangan dan TPID dalam menjaga laju inflasi melalui digitalisasi dan perluasan akses keuangan daerah.
Prestasi ekonomi ini berdampak langsung pada kesejahteraan sosial, yang ditunjukkan dengan turunnya angka kemiskinan menjadi 3,56 persen serta penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol jiwa. Surabaya juga mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Jawa Timur sebesar 85,6 persen, didukung oleh kontribusi dividen BUMD yang mencapai Rp204,6 miliar
Dengan potensi ekonomi bruto yang menembus Rp700 triliun, Wali Kota Eri optimis menatap tahun 2026 dengan target pertumbuhan di atas 6 persen melalui peningkatan kualitas SDM dan optimalisasi Surabaya sebagai gerbang utama Indonesia Timur( ha
