Cakrawalanews.info-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur resmi memperpanjang masa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir Januari 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem..
Keputusan strategis ini diambil berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyusul rilis dari BMKG Juanda yang memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlanjut di awal tahun.
Sponsor
Berdasarkan prakiraan tersebut, curah hujan di wilayah Jawa Timur pada bulan Januari diperkirakan mencapai 58 persen dan berlanjut sebesar 22 persen pada bulan Februari mendatang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa operasi yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini telah mencakup tujuh sorti penerbangan dengan fokus sasaran di wilayah selatan Jawa Timur, selatan Pulau Madura, serta beberapa titik di wilayah barat.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan OMC pada Desember 2025 yang tercatat telah melaksanakan sebanyak 50 sorti..
Selain modifikasi cuaca, Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota juga menggencarkan upaya mitigasi lainnya seperti normalisasi sungai, pembersihan saluran air, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan di lapangan.
Urgensi perpanjangan operasi ini juga didasari oleh evaluasi data bencana sepanjang tahun 2025, di mana tercatat terjadi 531 kejadian bencana di Jawa Timur.
Mayoritas dari angka tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi, seperti 149 kejadian banjir dan 147 kasus angin kencang yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Melalui perpanjangan OMC ini, pemerintah berharap dapat meminimalisir dampak kerugian dan risiko bencana bagi masyarakat Jawa Timur selama puncak musim penghujan di awal tahun 2026.( wa/kmnfp)
