Sampang, Cakrawalanews.info – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena dinilai tidak memenuhi ketentuan standar yang telah ditetapkan oleh institusi tersebut pada hari Kamis, 2 April 2026.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Sampang Sudarmanto menjelaskan bahwa kedua SPPG yang operasionalnya dihentikan ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta belum melakukan uji Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
Selain kendala administrasi dan sanitasi tersebut, kedua unit layanan gizi itu diketahui belum memiliki asrama karyawan yang layak, padahal fasilitas tersebut menjadi prasyarat wajib bagi setiap pengelola SPPG.
Adapun dua unit yang terdampak kebijakan penghentian tersebut adalah SPPG Sokobanah Daya 4 dan SPPG Polagan 1.
Sudarmanto menegaskan bahwa penghentian operasional kedua SPPG ini hanya bersifat sementara, dan BGN menyatakan akan mengizinkan kedua unit tersebut beroperasi lagi apabila nantinya telah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan itu.
Saat ini pengelola SPPG sedang berupaya melengkapi kekurangan persyaratan tersebut dengan mengurus perizinan ke sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang.
Berdasarkan data milik Satgas, total jumlah SPPG yang tersebar di Kabupaten Sampang sejak program ini diluncurkan pemerintah hingga hari Kamis, 2 April 2026, telah mencapai 145 unit.
Catatan sebelumnya menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2026, sebanyak tujuh SPPG juga sempat dihentikan operasionalnya oleh BGN, namun kini sudah kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh ketentuan.
Sudarmanto memaparkan bahwa dua SPPG yang dihentikan saat ini merupakan unit yang baru saja beroperasi.
Secara umum, Satgas MBG Sampang menilai pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut kini mulai membaik berkat pengawasan ketat dari Satgas serta komitmen para pelaksana di lapangan.
Sudarmanto mengakui bahwa di awal pelaksanaan memang banyak ditemukan masalah, namun seiring dengan perkembangan waktu, kini semuanya menjadi lebih baik.(wa/ar)
